Wayan Sutawijaya dan Langkah Baru Sutawijaya Risky And Partners: Dari Reputasi Menuju Ekspansi ke Sidoarjo

Perjalanan Wayan Sutawijaya membangun Sutawijaya Risky And Partners memasuki fase baru dengan pembukaan cabang kedua di Sidoarjo pada 9 September 2026.

SIDOARJO — Setiap perjalanan profesional memiliki fase ketika pengalaman tidak lagi hanya menjadi catatan masa lalu, melainkan menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Bagi Wayan Sutawijaya, SH. MM, fase tersebut kini ditandai dengan ekspansi Law Firm SUTAWIJAYA RISKY AND PARTNERS ke Sidoarjo. Kantor baru itu resmi dibuka pada 9 September 2026 dan menjadi cabang kedua setelah kantor di Jakarta.

Kantor yang menjadi basis awal firma berada di Apartemen Mediterania Palace Lantai UG Tower B/Shop/B, Jalan Landasan Pacu Utara, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pembukaan kantor kedua membawa perjalanan firma ke wilayah Jawa Timur sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan hukum. Informasi mengenai ekspansi tersebut juga telah dipublikasikan oleh Professional Review.

Bagi Wayan, perjalanan menuju tahap tersebut memiliki fondasi pengalaman di lingkungan korporasi. Laporan Tahunan PT Angkasa Pura I (Persero) 2016 mencatat dirinya sebagai Head of Legal and Compliance sekaligus Pts. Head of Internal Audit. Laporan tersebut juga mencatat latar pendidikan Wayan, yakni Sarjana Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dan Magister Manajemen dari STIE Mitra Indonesia Yogyakarta.

Pengalaman di lingkungan BUMN tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesional yang kemudian membentuk perspektif Wayan terhadap fungsi hukum. Pada periode berikutnya, ia tercatat dalam berbagai publikasi sebagai bagian dari jajaran legal PT Angkasa Pura I. Pengalaman semacam ini mempertemukan aspek hukum dengan kebutuhan organisasi, tata kelola, pengelolaan risiko, serta keputusan bisnis.

Bagi sebuah firma hukum, pengalaman di dunia korporasi memiliki arti tersendiri. Persoalan hukum yang dihadapi perusahaan sering kali tidak berdiri sendiri. Ia berhubungan dengan kontrak, kepatuhan, risiko, tata kelola, hubungan bisnis, hingga keputusan strategis. Karena itu, perjalanan profesional seorang advokat dapat menjadi modal penting ketika pengalaman tersebut diterjemahkan kembali ke dalam layanan hukum yang lebih luas.

Nama Wayan juga memperoleh pengakuan melalui 10.0 Award Trends 2024. Award Magazine memberitakan bahwa I Wayan Sutawijaya, S.H., M.M., yang disebut sebagai Founder Sutawijaya Rizky and Partners, meraih penghargaan The Most Trusted Lawyer Winner 2024. Indonesia Award Magazine juga mencatat penghargaan tersebut dalam publikasinya.

Namun, penghargaan pada akhirnya bukanlah titik akhir. Justru setelah sebuah reputasi terbentuk, tantangan berikutnya adalah bagaimana mempertahankan nilai yang melahirkan kepercayaan tersebut ketika organisasi berkembang. Ekspansi ke Sidoarjo karena itu dapat dipandang sebagai ujian baru bagi SUTAWIJAYA RISKY AND PARTNERS untuk membawa pengalaman dan standar profesionalnya ke lingkungan yang berbeda.

Gambar 1.1 Advokat Didik Catur Prasetya, SH. MH

Dalam pengembangan tim, Advokat Didik Catur Prasetya, SH. MH dan Doddy Hapsoro, SH. ST, MM turut disebut sebagai bagian dari pengembangan tim firma.

Gambar 1.2 Doddy Hapsoro, SH. ST, MM

Langkah membuka cabang kedua juga membawa makna lain bagi perjalanan sebuah organisasi profesional. Pertumbuhan tidak hanya berbicara tentang bertambahnya tempat, melainkan tentang keberanian membawa visi ke ruang yang lebih luas. Dari Jakarta ke Sidoarjo, perjalanan SUTAWIJAYA RISKY AND PARTNERS menunjukkan bagaimana pengalaman yang dikumpulkan selama bertahun-tahun dapat menjadi bekal untuk memasuki tahap baru.

Di tengah perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan hukum, firma hukum juga dituntut untuk terus beradaptasi. Klien membutuhkan lebih dari sekadar pemahaman terhadap aturan. Mereka membutuhkan pendamping yang mampu melihat persoalan hukum dalam konteks bisnis, risiko, dan kepentingan jangka panjang.

Di sinilah perjalanan Wayan Sutawijaya memperoleh relevansinya. Pengalaman di lingkungan BUMN, perjalanan membangun firma, hingga pengembangan jaringan profesional menjadi rangkaian yang saling terhubung. Ekspansi ke Sidoarjo bukan hanya cerita tentang sebuah kantor baru, tetapi juga tentang bagaimana sebuah perjalanan profesional diterjemahkan menjadi visi pertumbuhan.

Tanggal 9 September 2026 kemudian menjadi penanda babak berikutnya bagi SUTAWIJAYA RISKY AND PARTNERS. Dari satu basis di Jakarta menuju kehadiran kedua di Sidoarjo, firma ini memasuki fase ketika reputasi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk menjaga kualitas.

Pada akhirnya, makna sebuah ekspansi tidak hanya ditentukan oleh seberapa jauh sebuah organisasi berkembang, tetapi juga oleh nilai yang tetap dipertahankan sepanjang perjalanan. Bagi Wayan Sutawijaya dan SUTAWIJAYA RISKY AND PARTNERS, langkah ke Sidoarjo menjadi bagian dari perjalanan untuk memperluas kehadiran tanpa kehilangan fondasi yang telah dibangun: pengalaman, profesionalisme, dan kepercayaan.

Share to: