Kisah Inspiratif Momin Tomanussa, Penerima Anugerah Prestasi Indonesia 2026 dari Buru Selatan
Mengenal Momin Tomanussa, S.Pd., M.Pd., pemimpin pendidikan Kabupaten Buru Selatan yang mendapat Anugerah Prestasi Indonesia 2026. Kisah tentang pengabdian, kepemimpinan, dan harapan bagi generasi muda Maluku.
Setiap Penghargaan Memiliki Kisah di Baliknya
JAKARTA — Ada pencapaian yang dirayakan dengan tepuk tangan. Ada pula pengabdian yang berlangsung jauh dari sorotan, di tengah tanggung jawab sehari-hari yang menuntut kesabaran, ketegasan, dan kepedulian.
Dalam dunia pendidikan, pengabdian seperti itu memiliki arti tersendiri.
Sebab, di balik setiap sekolah yang terus menjalankan kegiatan belajar, terdapat kerja banyak pihak yang memastikan anak-anak tetap memperoleh kesempatan untuk membangun masa depannya.
Di antara para pemimpin pendidikan daerah yang menjalankan tanggung jawab tersebut adalah Momin Tomanussa, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku.
Kiprah profesionalnya memperoleh apresiasi melalui Anugerah Prestasi Indonesia 2026, sebuah program penghargaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penghargaan Indonesia (LPI) di bawah kepemimpinan Ferdiansyah Rahman.
Malam penganugerahan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Mercure Simatupang Hotel, Jakarta.
Bagi Momin Tomanussa, pengakuan tersebut menjadi salah satu momentum dalam perjalanan tanggung jawabnya di bidang pendidikan.
Namun, makna pengabdian seorang pemimpin tidak berhenti pada sebuah penghargaan. Ia terus hidup melalui pekerjaan yang dijalankan dan harapan masyarakat yang dipercayakan kepadanya.
Dari Buru Selatan, Pendidikan Menjadi Sebuah Tanggung Jawab
Kabupaten Buru Selatan merupakan bagian dari Provinsi Maluku, wilayah Indonesia timur yang memiliki karakter geografis dan sosial tersendiri.
Dalam penyelenggaraan pendidikan, kondisi wilayah menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan.
Sekolah-sekolah membutuhkan dukungan yang berkesinambungan, sementara pemerintah daerah perlu memastikan pelayanan dapat menjangkau masyarakat dengan kebutuhan yang beragam.
Bagi seorang kepala dinas pendidikan, tanggung jawab tersebut tidak sederhana.
Ada perencanaan yang harus disusun, program yang perlu diawasi, persoalan yang mesti diselesaikan, dan koordinasi yang harus dijaga bersama banyak pihak.
Di balik urusan administratif tersebut terdapat sesuatu yang jauh lebih penting: masa depan anak-anak.
Mereka datang ke sekolah membawa harapan, sementara keluarga mempercayakan sebagian proses pembentukan masa depan mereka kepada para pendidik dan lembaga pendidikan.
Karena itu, jabatan dalam dunia pendidikan pada dasarnya merupakan amanah pelayanan.

Kepemimpinan yang Tidak Berjarak dari Sekolah
Seorang pemimpin dapat memahami organisasi melalui laporan. Namun, kondisi lapangan sering memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kebutuhan yang sebenarnya.
Pada September 2026, Momin Tomanussa bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan diberitakan melaksanakan supervisi satuan pendidikan di Kecamatan Waesama dan Ambalau.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur dinas dan pengawas pendidikan untuk meninjau kondisi sekolah serta pelaksanaan program.
Supervisi semacam ini memiliki nilai penting karena mempertemukan pengelola kebijakan dengan lingkungan tempat pendidikan berlangsung setiap hari.
Di sekolah, tantangan tidak selalu terlihat dalam angka dan dokumen.
Ada kebutuhan tenaga pendidik, persoalan fasilitas, koordinasi pelaksanaan program, dan kondisi setempat yang memerlukan perhatian.
Melalui pengawasan lapangan, pemerintah daerah memiliki kesempatan untuk memahami persoalan secara lebih langsung.
Meski demikian, keberhasilan supervisi tetap ditentukan oleh bagaimana temuan di lapangan ditindaklanjuti melalui langkah yang tepat.
Bagi kepemimpinan pendidikan, kesediaan untuk memahami keadaan sekolah merupakan bagian penting dari proses tersebut.
Ketika Hak Belajar Anak Harus Didahulukan
Salah satu tanggung jawab paling mendasar dalam pendidikan adalah menjaga agar anak-anak dapat terus belajar.
Pada Agustus 2026, perhatian Momin Tomanussa terhadap persoalan pemalangan akses sekolah menjadi bagian dari pemberitaan lokal.
Persoalan tersebut berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Dalam pemberitaan itu, Momin menekankan pentingnya penyelesaian melalui mekanisme yang tepat tanpa mengorbankan kepentingan peserta didik.
Sikap tersebut menghadirkan pesan yang relevan bagi siapa pun yang terlibat dalam dunia pendidikan.
Perselisihan dapat terjadi. Perbedaan kepentingan dapat muncul. Namun, kesempatan belajar anak-anak seharusnya tidak menjadi korban dari persoalan yang dapat diselesaikan melalui komunikasi dan prosedur yang bertanggung jawab.
Bagi seorang siswa, sekolah merupakan tempat bertemu guru, mengenal pengetahuan baru, membangun persahabatan, dan mengembangkan cita-cita.
Ketika akses terhadap ruang belajar terganggu, ada bagian dari proses tersebut yang ikut terancam.
Karena itu, menjaga keberlangsungan pendidikan bukan hanya kewajiban administratif, melainkan juga tanggung jawab sosial.
Makna Pengabdian yang Tidak Selalu Terlihat
Kepemimpinan publik sering dinilai melalui keputusan besar, program unggulan, atau keberhasilan yang mudah dipublikasikan.
Padahal, pelayanan masyarakat juga dibangun melalui pekerjaan yang berlangsung secara konsisten.
Koordinasi dengan sekolah, pembinaan tenaga pendidik, pemantauan program, dan penyelesaian masalah merupakan bagian dari pekerjaan tersebut.
Tidak semuanya menghasilkan perhatian luas.
Namun, seluruh proses itu memiliki peran dalam menjaga agar organisasi pendidikan tetap menjalankan fungsinya.
Dalam konteks Buru Selatan, kepemimpinan pendidikan memerlukan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat dan karakter wilayah.
Hal ini menuntut kerja sama antara dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, pengawas, pemerintah setempat, serta keluarga peserta didik.
Tidak ada satu figur yang dapat membangun kualitas pendidikan sendirian.
Kemajuan hanya mungkin dicapai melalui tanggung jawab bersama yang dijalankan secara berkelanjutan.
Sebuah Pengakuan di Panggung Nasional
Anugerah Prestasi Indonesia 2026 menjadi momentum apresiasi terhadap kiprah profesional Momin Tomanussa.
Program yang diselenggarakan oleh Lembaga Penghargaan Indonesia tersebut menghadirkan pengakuan bagi figur dan institusi dari berbagai bidang.
Bagi seorang pemimpin pendidikan dari Buru Selatan, penghargaan ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pentingnya pelayanan pendidikan daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Pengakuan tersebut juga mengingatkan bahwa tanggung jawab kepemimpinan tidak hanya dijalankan di kota-kota besar.
Di berbagai kabupaten Indonesia, terdapat aparatur, pendidik, dan tenaga pelayanan publik yang bekerja menghadapi kebutuhan masyarakat dengan kondisi yang berbeda-beda.
Mereka merupakan bagian penting dari pembangunan nasional.
Namun, sebuah penghargaan tetap perlu dipahami sebagai bentuk apresiasi dari lembaga penyelenggara, bukan pengganti penilaian resmi atas capaian pendidikan.
Dampak nyata kepemimpinan harus terus dilihat melalui kualitas pelayanan, pemerataan akses, dan hasil yang dapat diukur.

Pendidikan Adalah Tentang Masa Depan yang Belum Terlihat
Salah satu keistimewaan pendidikan adalah hasilnya tidak selalu dapat dilihat dalam waktu singkat.
Seorang anak yang hari ini belajar membaca mungkin kelak menjadi guru.
Seorang siswa yang menemukan minatnya pada ilmu pengetahuan mungkin suatu hari berkontribusi bagi kesehatan, teknologi, atau pembangunan daerahnya.
Sementara seorang anak yang memperoleh kesempatan belajar dengan baik dapat tumbuh menjadi pribadi yang membawa perubahan bagi keluarga dan masyarakat.
Semua kemungkinan itu berawal dari tersedianya lingkungan pendidikan yang mendukung.
Karena itulah, pembangunan pendidikan memerlukan pandangan jangka panjang.
Pemerintah daerah harus memastikan bahwa perhatian terhadap sekolah tidak hanya hadir pada saat muncul persoalan, tetapi menjadi bagian dari sistem pelayanan yang terus diperbaiki.
Bagi Kabupaten Buru Selatan, penguatan kualitas pendidikan merupakan salah satu fondasi penting untuk membangun sumber daya manusia.
Kehormatan yang Membawa Tanggung Jawab Baru
Penghargaan dapat menjadi momen membanggakan dalam perjalanan seorang profesional.
Namun, dalam kepemimpinan publik, pengakuan juga membawa harapan.
Masyarakat membutuhkan pelayanan yang semakin baik, sekolah memerlukan dukungan, dan tenaga pendidik membutuhkan koordinasi yang efektif.
Karena itu, nilai sebuah penghargaan akan semakin bermakna apabila menjadi dorongan untuk memperkuat komitmen terhadap tugas.
Bagi Momin Tomanussa, Anugerah Prestasi Indonesia 2026 merupakan salah satu penanda dalam perjalanan profesionalnya.
Sementara itu, pekerjaan untuk membangun pendidikan Buru Selatan tetap memerlukan kesinambungan, evaluasi, dan kerja bersama.
Tantangan pendidikan tidak selesai dalam satu malam penganugerahan.
Ia harus dihadapi melalui kebijakan yang bertanggung jawab dan pelayanan yang terus dikembangkan.
Jejak yang Ditinggalkan Seorang Pemimpin
Pada akhirnya, perjalanan kepemimpinan tidak hanya dikenang melalui jabatan yang pernah diemban.
Ia juga dikenang melalui cara seorang pemimpin menjalankan tanggung jawabnya.
Dalam dunia pendidikan, jejak itu dapat tercermin melalui perhatian terhadap kebutuhan sekolah, upaya menjaga proses pembelajaran, dan kesungguhan membangun organisasi yang melayani masyarakat.
Kegiatan supervisi di Waesama dan Ambalau serta perhatian terhadap akses sekolah menjadi bagian dari aktivitas profesional Momin Tomanussa yang tercatat dalam pemberitaan publik.
Apresiasi Anugerah Prestasi Indonesia 2026 memberikan pengakuan terhadap kiprahnya sebagai pemimpin pendidikan daerah.
Namun, warisan kepemimpinan yang sesungguhnya tetap bergantung pada manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Dari Buru Selatan, Harapan Itu Terus Bertumbuh
Di balik setiap langkah pembangunan pendidikan, selalu ada generasi muda yang sedang menunggu kesempatan.
Ada anak-anak yang membutuhkan sekolah yang aman.
Ada guru yang membutuhkan dukungan untuk menjalankan tugasnya.
Ada keluarga yang berharap pendidikan dapat membuka masa depan yang lebih baik.
Harapan-harapan itulah yang memberikan makna pada tanggung jawab seorang pemimpin pendidikan.
Bagi Momin Tomanussa, penghargaan yang diterima pada Anugerah Prestasi Indonesia 2026 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan profesional sekaligus menegaskan pentingnya pengabdian yang berkelanjutan.
Sebab, kehormatan terbesar dalam kepemimpinan pendidikan bukan hanya ketika nama seseorang disebut di panggung penghargaan, melainkan ketika tanggung jawab yang dijalankannya membantu menjaga kesempatan belajar bagi generasi berikutnya.
Dari Kabupaten Buru Selatan di Maluku hingga panggung apresiasi nasional di Jakarta, kisah Momin Tomanussa menjadi pengingat bahwa pengabdian dalam pendidikan selalu memiliki tujuan yang lebih besar daripada pengakuan pribadi.
Tujuan itu adalah memastikan bahwa harapan anak-anak untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan terus mendapatkan tempat dalam setiap keputusan pelayanan publik.













