TBIG Raih Dua PR Popular Awards 2026, Bukti Perjalanan Membangun Kepercayaan

TBIG meraih dua penghargaan di 7th PR Popular Awards 2026, memperkuat perjalanan perusahaan dalam membangun reputasi, kepercayaan, inovasi, dan keberlanjutan.

Ada perjalanan panjang di balik sebuah perusahaan yang dipercaya mengelola infrastruktur telekomunikasi. Bukan hanya mengenai jumlah menara yang dibangun, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan menjaga hubungan dengan pelanggan, investor, regulator, mitra bisnis, masyarakat, dan publik.

Perjalanan itu kembali mendapat pengakuan bagi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Dalam ajang 7th PR Popular Awards 2026, TBIG meraih dua penghargaan, yakni PR Popular Company Awards 2026 dan Popular PR Person Awards 2026 yang diberikan kepada Chief Financial Officer TBIG, Helmy Yusman Santoso.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan TBIG dalam membangun reputasi korporasi melalui komunikasi yang konsisten dan hubungan yang terjaga dengan para pemangku kepentingan. Pengakuan serupa juga tercermin dalam sejumlah penghargaan lain yang diraih perusahaan di bidang digital public relations, tata kelola, keberlanjutan dan inovasi.

Namun, bagi TBIG, penghargaan bukanlah tujuan akhir. Di balik setiap pengakuan terdapat pekerjaan yang jauh lebih panjang: memastikan perusahaan tetap tumbuh, menjaga kepercayaan, mengembangkan teknologi, dan memberikan nilai bagi ekosistem telekomunikasi Indonesia.

Berawal dari Infrastruktur, Tumbuh Bersama Kebutuhan Konektivitas

TBIG didirikan pada 2004 dan kemudian tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 26 Oktober 2010. Saat ini, perusahaan menjadi salah satu penyedia infrastruktur telekomunikasi yang mendukung penempatan BTS bagi operator telekomunikasi di Indonesia.

Perusahaan mencatat lebih dari 24 ribu site telekomunikasi dan memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam industri tersebut.

Angka itu bukan sekadar gambaran mengenai skala bisnis. Di balik setiap site terdapat kebutuhan untuk menjaga keandalan infrastruktur yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Aktivitas perbankan digital, perdagangan elektronik, komunikasi, pembelajaran daring hingga berbagai layanan berbasis internet bergantung pada tersedianya konektivitas yang memadai.

Karena itu, perjalanan perusahaan seperti TBIG pada akhirnya bersinggungan langsung dengan perjalanan transformasi digital Indonesia.

Ketika Kepercayaan Menjadi Bagian dari Infrastruktur

Dalam industri yang dibangun melalui hubungan jangka panjang, kepercayaan memiliki nilai yang sangat besar.

Operator telekomunikasi membutuhkan mitra infrastruktur yang dapat diandalkan. Investor membutuhkan informasi yang transparan. Regulator membutuhkan kepatuhan. Sementara masyarakat membutuhkan perusahaan yang mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Di sinilah komunikasi korporasi memperoleh makna yang lebih luas.

Komunikasi bukan sekadar menyampaikan kabar baik perusahaan. Komunikasi juga menjadi sarana untuk menjelaskan kinerja, tantangan, strategi, inovasi dan komitmen perusahaan kepada stakeholder.

TBIG sendiri memperoleh Indonesia Top Digital PR Awards 2026 pada Maret 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam mengelola komunikasi korporasi melalui kanal digital dan menyediakan informasi yang kredibel, transparan serta relevan bagi stakeholder.

Sosok di Balik Komunikasi Perusahaan

Penghargaan yang diberikan kepada Helmy Yusman Santoso sebagai Popular PR Person Awards 2026 menunjukkan bahwa reputasi perusahaan juga memiliki dimensi personal.

Di balik laporan keuangan, keterbukaan informasi dan komunikasi dengan investor, terdapat profesional yang harus mampu menjelaskan berbagai keputusan perusahaan secara jelas.

Sebagai CFO TBIG, Helmy memiliki peran penting dalam menyampaikan perkembangan finansial perusahaan.

Dalam kinerja kuartal pertama 2026, TBIG membukukan pendapatan sebesar Rp1,718 triliun dan EBITDA sebesar Rp1,465 triliun. Pada 31 Maret 2026, perusahaan memiliki 24.666 site telekomunikasi.

Pada periode tersebut, TBIG juga mencatat total utang sebesar Rp28,656 triliun dan kas Rp778 miliar, dengan net debt sebesar Rp27,877 triliun. Rasio net debt terhadap EBITDA yang disetahunkan berada di 4,8 kali.

Angka-angka tersebut menunjukkan mengapa komunikasi profesional menjadi penting. Di mata stakeholder, kinerja perusahaan tidak hanya perlu dicapai, tetapi juga perlu dijelaskan secara transparan.

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Perubahan Industri

Industri telekomunikasi tidak pernah benar-benar berhenti berubah.

Pertumbuhan konsumsi data, perkembangan 5G, cloud computing, artificial intelligence dan berbagai layanan digital membuat kebutuhan terhadap infrastruktur terus berkembang.

TBIG merespons perubahan tersebut dengan memperkuat pemanfaatan teknologi.

Pada Asia Telecom Awards 2026 di Singapura, TBIG memperoleh dua penghargaan, yakni Digital Initiative of the Year dan AI Initiative of the Year. Pengakuan tersebut diberikan atas berbagai inisiatif digital dan pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional serta pengelolaan infrastruktur telekomunikasi.

Bagi perusahaan dengan ribuan site, teknologi bukan sekadar simbol modernisasi.

Pemanfaatan digitalisasi dan AI dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memonitor, mengelola dan mengoptimalkan aset yang tersebar dalam skala besar.

Kinerja Menjadi Bagian dari Cerita

Reputasi perusahaan pada akhirnya tidak dapat dipisahkan dari kinerja.

Pada 2026, TBIG melaporkan perkembangan operasional yang menunjukkan tetap adanya kebutuhan terhadap infrastruktur telekomunikasi. Pada kuartal pertama, perusahaan menambah 808 gross tenancy yang terdiri atas 599 site telekomunikasi baru dan 209 kolokasi.

Perusahaan juga terus menjaga akses terhadap sumber pendanaan.

Pada Februari 2026, TBIG berhasil menetapkan harga untuk seri baru obligasi dan sukuk dalam rupiah, termasuk obligasi Rp700 miliar bertenor satu tahun dengan tingkat bunga 4,85 persen. CFO TBIG menyebut diversifikasi akses modal sebagai salah satu faktor yang mendukung kemampuan perusahaan melanjutkan pertumbuhan bisnis.

Bagi perusahaan infrastruktur, kemampuan mengelola pendanaan menjadi bagian penting dari keberlanjutan ekspansi.

Pertumbuhan tidak hanya membutuhkan ambisi, tetapi juga disiplin.

Memberikan Nilai kepada Pemegang Saham

Perjalanan perusahaan juga harus memberikan nilai kepada pemegang saham.

Dalam RUPST pada 9 Juni 2026, pemegang saham TBIG menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp1.059,9 miliar, atau sekitar 74 persen dari laba bersih tahun buku tersebut. Dividen ditetapkan sebesar Rp47 per saham.

RUPST juga menyetujui rencana penerbitan surat utang atau notes dalam mata uang asing dengan nilai pokok keseluruhan maksimal USD900 juta, yang dapat diterbitkan dalam satu atau beberapa kali penerbitan kepada investor di luar Indonesia.

Keputusan tersebut memperlihatkan bagaimana strategi pertumbuhan, pengelolaan modal dan kepentingan pemegang saham berjalan beriringan.

Tata Kelola sebagai Penjaga Kepercayaan

Dalam perjalanan membangun perusahaan yang berkelanjutan, tata kelola menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan.

TBIG memperoleh Top GCG Awards 2025 dan Indonesia Best Corporate Secretary Awards 2025. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas penerapan prinsip tata kelola serta fungsi Corporate Secretary dalam kepatuhan, keterbukaan informasi dan komunikasi perusahaan.

Bagi perusahaan publik, tata kelola bukan sekadar kewajiban administratif.

Tata kelola menciptakan kerangka bagi perusahaan dalam mengambil keputusan, mengelola risiko dan mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada stakeholder.

Dalam jangka panjang, praktik tersebut menjadi bagian dari reputasi yang dibangun sedikit demi sedikit.

Tidak Melupakan Dimensi Sosial

Pertumbuhan bisnis juga membawa tanggung jawab sosial.

TBIG memperoleh 5-Star TOP CSR Award 2026. Dalam ajang tersebut, Presiden Direktur TBIG Herman Setya Budi juga menerima TOP Leader on CSR Commitment 2026 atas kepemimpinannya dalam mendorong program sosial yang inovatif dan inklusif.

Perusahaan juga melanjutkan berbagai program pengembangan masyarakat dan pendidikan.

Pendekatan tersebut penting karena keberadaan infrastruktur telekomunikasi tidak hanya berkaitan dengan aspek bisnis. Infrastruktur juga hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari ekosistem sosial tempat perusahaan beroperasi.

Karena itu, keberlanjutan tidak cukup dipahami sebagai laporan.

Ia harus diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata.

Menyiapkan Generasi Berikutnya

Salah satu bagian dari perjalanan TBIG adalah perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia.

Perusahaan melanjutkan program pendidikan vokasi pada 2026 melalui pengembangan TBIG Flagship Curriculum. Program tersebut memberikan kesempatan bagi siswa dan guru untuk memperoleh wawasan mengenai praktik teknis dan teknologi yang digunakan dalam industri infrastruktur telekomunikasi.

Bagi industri yang bergerak cepat, ketersediaan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai menjadi kebutuhan penting.

Perusahaan tidak hanya membutuhkan aset fisik, tetapi juga manusia yang mampu mengoperasikan dan mengembangkan teknologi di balik aset tersebut.

Dari sudut pandang yang lebih luas, program seperti ini juga menjadi bagian dari kontribusi industri terhadap kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi ekonomi digital.

Penghargaan sebagai Titik, Bukan Garis Akhir

Dua penghargaan dalam 7th PR Popular Awards 2026 tentu menjadi pencapaian penting.

Namun, penghargaan tersebut lebih tepat dilihat sebagai satu titik dalam perjalanan yang lebih panjang.

Sebelumnya, TBIG telah memperoleh berbagai pengakuan, mulai dari digital PR, corporate governance, corporate secretary, sustainability reporting hingga inovasi teknologi. Rekam jejak tersebut tercatat dalam portofolio penghargaan perusahaan.

Setiap penghargaan membawa cerita yang berbeda.

Ada yang berbicara tentang komunikasi. Ada yang menilai inovasi. Ada yang menyoroti tata kelola. Ada pula yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi sosial.

Jika disatukan, semuanya menggambarkan satu perjalanan: membangun perusahaan yang tidak hanya bertumbuh, tetapi juga berusaha menjaga kepercayaan.

Menatap Masa Depan dengan Fondasi yang Lebih Kuat

Ke depan, kebutuhan terhadap konektivitas digital akan terus berkembang.

Bagi TBIG, kondisi tersebut membuka peluang untuk terus memperkuat bisnis sekaligus meningkatkan kemampuan teknologi dan operasional.

Tantangannya adalah memastikan bahwa pertumbuhan tersebut tetap disertai dengan pengelolaan keuangan yang sehat, tata kelola yang kuat, komunikasi yang transparan serta tanggung jawab sosial yang konsisten.

Dengan lebih dari 24 ribu site telekomunikasi dan pengalaman lebih dari 20 tahun, perusahaan telah memiliki fondasi yang besar.

Tetapi fondasi tersebut harus terus dirawat.

Sebab dalam industri infrastruktur, membangun sesuatu membutuhkan waktu. Demikian pula dengan membangun kepercayaan.

Sebuah Perjalanan yang Terus Berlanjut

Penghargaan PR Popular Awards 2026 pada akhirnya bukan hanya cerita tentang piala.

Ia adalah cerita mengenai bagaimana sebuah perusahaan berusaha menjaga hubungan dengan stakeholder di tengah perubahan industri yang cepat.

TBIG memiliki perjalanan yang panjang sejak berdiri pada 2004. Dari sebuah perusahaan yang membangun infrastruktur telekomunikasi, TBIG berkembang menjadi bagian dari ekosistem digital Indonesia.

Kini, tantangannya bukan hanya bagaimana memperbesar skala bisnis, tetapi bagaimana memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan nilai yang berkelanjutan.

Bagi perusahaan, kepercayaan adalah aset yang tidak tercatat dalam neraca, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan bisnis.

Dan dua penghargaan yang diterima dalam 7th PR Popular Awards 2026 menjadi pengingat bahwa perjalanan membangun kepercayaan tersebut terus berlangsung.

Sumber

SINDOnews — TBIG Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang 7th PR Popular Awards 2026

Share to: